Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan laundry di kawasan urban, Laundry Club hadir di IFBC 2026 (Indonesia Franchise & Business Concept) yang berlangsung di ICE BSD pada 13–15 Februari 2026 dengan menawarkan konsep bisnis laundry berbasis sistem terintegrasi. Brand ini mengusung model passive-income, di mana pengelolaan operasional dilakukan oleh tim pusat sehingga mitra dapat memantau performa bisnis tanpa harus terlibat langsung dalam aktivitas harian.
Paket kemitraan ditawarkan mulai dari Rp65 juta untuk kategori Non Coin Package, hingga Rp250 juta untuk Coin/IoT QRIS Package dengan skala yang lebih besar. Setiap paket telah mencakup mesin washer dan dryer, perlengkapan pendukung operasional, sistem kasir, serta dukungan teknologi monitoring. Skema ini memungkinkan agar mitra langsung menjalankan usaha laundry, dengan catatan biaya sewa dan renovasi tempat belum termasuk dalam paket.
Konsep pengelolaan Laundry Club menitikberatkan pada sistem terstruktur, mulai dari manajemen karyawan, finance & accounting, customer service, hingga monitoring operasional berbasis teknologi. Mitra diklaim cukup menerima laporan performa dan omset secara berkala. Selain itu, brand ini juga menawarkan fasilitas tambahan seperti CCTV dan dukungan pencarian karyawan pada paket tertentu.
Secara jaringan, Laundry Club telah memiliki lebih dari 83 outlet yang tersebar di 17 kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali. Hal ini menjadi bagian dari positioning brand sebagai jaringan laundry yang telah memiliki pengalaman operasional di berbagai wilayah dengan karakter pasar yang berbeda.
Selama IFBC 2026 berlangsung di ICE BSD, pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan tim Laundry Club untuk memahami detail paket, simulasi kebutuhan lokasi, hingga proyeksi operasional berdasarkan skala investasi yang dipilih. Interaksi ini menjadi kesempatan awal bagi calon mitra untuk menilai kecocokan model bisnis laundry berbasis sistem terpusat tersebut dengan rencana investasinya.

