Di tengah dinamika industri kuliner nasional, Es Teler 77 kembali menghadirkan peluang kemitraan yang menyasar calon pengusaha di berbagai skala. Brand legendaris yang dikenal lewat sajian es teler, bakso, hingga menu makanan khas Indonesia ini menawarkan paket franchise dengan investasi mulai dari Rp150 juta, lengkap dengan sistem operasional dan dukungan manajemen terstandar.
Didirikan oleh Murniati Widjaja pada 1981, Es Teler 77 tumbuh dari usaha rumahan hingga menjadi jaringan restoran yang tersebar di berbagai kota. Citra sebagai pelopor minuman dan makanan khas Indonesia yang modern menjadi salah satu daya tarik utama bagi calon mitra yang ingin masuk ke sektor food and beverage dengan merek yang telah memiliki reputasi kuat.
Dalam skema kemitraannya, Es Teler 77 menyediakan empat pilihan paket outlet berdasarkan luas lokasi dan kebutuhan investasi. Paket XS ditujukan untuk area 15–20 meter persegi dengan biaya franchise Rp150 juta dan estimasi investasi sekitar Rp350 juta, serta proyeksi break even point (BEP) 10–12 bulan. Paket S dan M masing-masing memerlukan biaya franchise Rp250 juta dengan kebutuhan luas 60–80 meter persegi dan 80–125 meter persegi. Sementara paket L menyasar outlet berukuran 125–300 meter persegi dengan total investasi yang lebih besar dan estimasi BEP 12–16 bulan.
Setiap paket mencakup brand license, desain dan layout outlet, pelatihan karyawan, peralatan utama, sistem operasional, hingga dukungan pemasaran. Selain itu, tersedia optional add-ons seperti bantuan grand opening, kampanye promosi lokal, hingga dukungan influencer untuk memperkuat penetrasi pasar di wilayah mitra.
Konsep yang diusung menekankan standar operasional prosedur yang rapi, sistem pelaporan, serta pendampingan bisnis dan marketing dari pusat.Hal ini memberikan kepastian bagi mitra, khususnya yang baru pertama kali terjun di bisnis F&B, karena mendapatkan panduan terstruktur sejak tahap persiapan hingga operasional berjalan.
Bagi pengunjung IFBC 2026 yang ingin mengetahui detail perhitungan investasi, skema kerja sama, serta proyeksi pengembangan lokasi, tim Es Teler 77 membuka konsultasi langsung selama pameran berlangsung. Kehadiran brand ini di IFBC menjadi momentum bagi calon investor untuk mempertimbangkan bisnis kuliner berbasis merek mapan dengan sistem yang telah teruji waktu.

