Pemilik ruko kerap dihadapkan pada dua pilihan yaitu antara disewakan dengan imbal hasil terbatas atau dikembangkan menjadi unit usaha yang menghasilkan arus kas lebih besar. Dalam ajang IFBC 2026 (Indonesia Franchise & Business Concept) yang sedang berlangsung di ICE BSD pada 13–15 Februari 2026, Oseng Endok by SBIG menghadirkan pendekatan berbeda berupa mengubah ruko menjadi restoran dengan sistem manajemen terintegrasi.
Konsep yang ditawarkan bukan sekadar kemitraan kuliner, melainkan model pengelolaan bisnis end-to-end. Mulai dari analisis dan pemilihan lokasi, rekrutmen serta pelatihan karyawan, pengelolaan operasional harian, hingga pengaturan rantai pasok, seluruh proses dirancang dalam satu sistem. Skema ini ditujukan bagi investor yang ingin memiliki bisnis restoran dengan struktur manajemen yang sudah disiapkan.
Dengan estimasi profit hingga Rp100 juta per bulan melalui proyeksi Break Even Point (BEP) sekitar 12 bulan, serta nilai investasi mulai Rp800 juta khusus selama event IFBC. Angka tersebut disampaikan sebagai gambaran potensi, dengan realisasi tetap bergantung pada performa lokasi dan operasional di lapangan.
Dengan pendekatan yang memadukan pengelolaan properti dan sistem restoran modern, Oseng Endok memposisikan diri sebagai opsi bagi investor yang ingin meningkatkan produktivitas aset ruko menjadi bisnis F&B berskala penuh. Selama IFBC 2026 berlangsung di ICE BSD, calon mitra dapat berdiskusi langsung untuk memahami lebih rinci model kerja sama, struktur biaya, serta strategi pengembangan usaha yang ditawarkan.

